Taman.

Usai sudah, dan keringat terakhirku berhenti menetes,
Melompat keluar dari dunia normal,
Menjumpaimu, gadis yang membunuh hatiku,
Kemudian kita, pisau dan seonggok daging,
Bersandiwara di depan patung-patung bernyawa,
Mata ini terlalu lapar,
Membuat semua mimpi menjadi nyata,

Engkau berbisik, tepat di ujung ubun-ubunku,

Selamat datang, bahwa hidup seperti permainan dadu,
Ini hanya langkah pertama untuk memulai segalanya,
Teruslah tak beranjak dari pijakanmu, dan kita adalah sekumpulan pecundang,
Cinta dan benci di antara mata pisau.

Advertisements