Menyerah.

kulihat awan sudah pergi menjauh,
tapi matahari tetap tidak bisa menghangatkan tubuhku,
apakah engkau sama ?
tak bisakah kau beri maafmu,
dirimu yang semakin bisu,
mencekik setiap hembusan napasku,
selendang merah, kusam penuh tambalan,
aku dan engkau tahu,
waktu tak bisa diputar kembali,
untuk memulai lagi,
apakah kita terlalu mengada-ada,
bahwa takdir sudah salah sejak pertama,
dan engkau memutuskan lari dari semua ini,
membelakangiku,
tanpa pernah lagi menepuk halus pundakku.

Advertisements