Merah.

Andai dia lahir tanpa nama,
untuk melihatmu,…
melindungimu,…
atau membunuhmu (jika itu maumu).

Tak perlu bimbang untuk sejuta pilihan,
tak mungkin dia paham
rahasia muram,
penuh dengan darah
tulus, dia tak beranggapan ini perintah.

Terpenggal
sebuah kehormatan,
dari kisah cinta romantis aroma sundal,
berdoa, dan engkau meludahinya,
dosa-dosa telah dibenarkan oleh kutukan,
begitu tak berdaya,
pecahan mimpi yang rusak,
pengorbanan terakhir sang anak,

Tahun-tahun membungkus masa lalu,
dengan nama, mulia lagi bijaksana,
keindahan
kali itu menyesatkan,
langkah penuh lumpur bersuara menyeramkan,
siksa mengikatnya dengan sumpah,

Air mata manis darimu
menari, menginjak, mencekik,
terbaring dirinya dibawah
jejak-jejak kesedihan.

Untuk bermimpi dia harus diam,
kembali berdoa,
engkau meludah lagi.
Engkau layak dicintainya,
juga layak ditinggalkannya.

Berdoa,
air mata,
engkau meludah lagi
sebelum mati.

Advertisements