Putra Terakhir

Belum lelah ia mencoba
menutup mata juga telinga,
Walau saat ia terasingkan,
Mereka menganggap dalam dirinya ada setan.

Meski pupus ia berjuang
bangkit dari kematian,
Ia tahu bahwa ini tak bisa lagi ter,ulang,
Pilihan terakhir dari ribuan kesempatan.

Ia melompat melewati senja,
Terbang merobek angkasa,
Sungguh tidak ada hal gampang,
Dalam konteks kehidupan.

Berlari menjinjing harapan,
Semua dimulai dari hatinya terdalam,
Kesiaan hanya ilusi,
Bagaimanapun selalu ada solusi.

Advertisements

One thought on “Putra Terakhir

Comments are closed.