Pahlawan Mata Koin

Jika kelompok A dibantai & dibunuh habis oleh kelompok B dengan alasan kelompok A adalah kelompok berbahaya yang tidak berperi-kemusiaan.

Apakah dirimu berani menyimpulkan bahwa…

“Ya kelompok A memang tidak berperi-kemanusiaan, dan kelompok B adalah pahlawan kita semua….”

Apakah seorang pahlawan layak disebut pahlawan, sedang dia membantai dan membunuh manusia lainnya.

Dia hanyalah pahlawan di satu sisi koin.

Di satu sisi koin…

Dia tidak akan pernah menjadi pahlawan di sisi lainnya. Menangislah ia menyesal di dalam kubur.

Arti Melawan

Jika seorang pemimpin meludahi dirimu hanya karena ia di atas dan kau di bawah, apakah engkau akan diam saja dan terus membungkuk?

Cermatilah ia lalu bercerminlah kepada dirimu sendiri, sedang jika memang terbukti bahwa itu adalah murni kesewenangan, lawanlah!

Lawanlah!
Dengan sebijak-bijaknya, dengan cara manusia, tanpa nafsu.

Jika seorang memberontak hanya untuk berkuasa semata, tidak lebih. Sungguh ia tidak paham apa sebenarnya makna pemberontakan itu.

Banyak manusia, terlebih yg terpelajar, suka memukul rata suatu permasalahan.
Mereka seperti itu karena menolak & takut berdiri sendiri.

Dan senyaman diskusi, adalah dengan pemikiranku sendiri, dengan sederet tulisan yang tak sanggup menyela.

Sejak dulu, bumi selalu gaduh.
Mereka yang mengatai saudara yang seiman dengannya ‘kafir’, bisa jadi lebih kafir dari anak setan sekalipun.
Saling mengklaim bahwa dirinyalah yang paling berhak menghuni surga,
dan memang surga terlalu dan selalu sempit di mata mereka.

Apakah masih perlu sebuah perumpamaan untuk menjelaskan?
Yang ada hanyalah orang yang takut meyakini bahwa dirinya pasti mati.

Saat aku mendengar kegaduhan , jerit dan teriakan mereka.
Layaknya kejujuran, selalu dan terlalu pahit di lidah manusia.
Di sisi lain ku dengar sayup haru, bahwa dunia telah mendekati akhir.
Kebohongan lebih dipilih agar ilusi dunia tidak hancur.

Apakah aku

Lihatlah mereka tersenyum…
Saat manusia itu lahir
Lihatlah mereka menangis…
Saat manusia itu mati

Apa yang lebih menggembirakan daripada sebuah kelahiran?
Apa yang lebih memilukan daripada sebuah kematian?

Itulah yang aku selalu gelisahkan saudaraku
Apakah dulu aku takut atau bahagia saat Tuhan memberiku kehidupan?
ku harap aku takut

Jika Izrail mendatangiku.
Pertanda bahwa waktuku telah habis.
Siapa yang mau?
Bagaimana diriku dulu, saat Tuhan menawariku kehidupan?

Apakah aku harus menangis saat ibuku wafat?
Jika yang aku tangisi adalah sebuah kematian
Sungguh itu berarti aku menangisi diriku sendiri

Apakah aku harus bersedih saat bapakku tewas?
Jika aku menangis hanya karena kematian
Sungguh hidupku penuh dengan keputus-asaan

Apakah aku harus menangis di depan mayat adik & kakakku?
Jika tangisku karena sebuah kematian
Sungguh selama ini aku sudah mengolok Tuhan

Apakah aku harus merasa kehilangan saat sahabatku mati kecelakaan?
Jika alasannya karena kematian
Sungguh aku sudah menyepelekan takdir

Saudara-saudaraku…

Saudara-saudaraku…
Tidak ada keadilan di atas bumi ini yang mutlak.
Yang ada adalah mereka yang berkuasa yang mutlak.

Saudara-saudaraku…
Apakah dunia memberimu kedamaian, keadilan?
Tengoklah kolong kotamu, Syuriah, Rohingnya, Palestina, Afrika, dll.

Saudara-saudaraku…
Apakah butuh pahlawan untuk mengumandangkan keadilan?
Sedang di sisi lain engkau butuh juga seorang pecundang.

Allah bersama mereka

Apa yang mereka rasakan?
Ketakutan
Apa yang mereka lihat?
Mayat
Apa yang mereka lakukan?
Meminta jawaban
Apa yang mereka tangisi?
Yang telah mati
Apa yang mereka harapkan?
Kedamaian
Apa yang mereka pikirkan?
Dimana keadilan

Sesungguhnya Allah bersama saudara-saudaraku di Iraq